- Kemendikdasmen Terbitkan SE Pembatasan Penggunaan Gawai di Satpen, Dorong Budaya Digital yang Sehat
- Kemendikdasmen dan LKPP Perkuat Tata Kelola Pengadaan Digital melalui Penandatanganan SLA LPSE
- Momentum Tahun Baru Islam 1448 H: Membangun Karakter Gotong Royong, Kolaborasi, dan Solidaritas
- Penguasaan dan Pemanfaatan IFP Menjadi Kunci Utama Peningkatan Mutu Pembelajaran di SLB
- Kemendikdasmen Kuatkan Akurasi Data Prasarana Sekolah untuk Tuntaskan Revitalisasi
- Gandeng TNI, Kemendikdasmen Percepat Rekonstruksi dan Renovasi Sekolah di Aceh
- MPLS Ramah 2026: Hari Pertama Sekolah Jadi Gerbang Kebahagiaan Tanpa Trauma
- Partisipasi Semesta dalam Pengembangan Konten Digitalisasi Pembelajaran SPNF Tahun 2026
- Ketika Teknologi Masuk Kelas, Pentingnya Menjaga Kreativitas dan Kesehatan Mental Murid
- Ketahanan Siber Pendidikan Menguat, Bug Bounty Kemendikdasmen Raih Pengakuan Dunia
Bangun Sekolah, Bangun Masa Depan: Mendikdasmen Tekankan Pendidikan Bermutu dan Pembentukan Karakter
Jakarta, 3 Juni 2026 — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, meresmikan groundbreaking Sekolah Pelita Harapan (SPH) yang ditandai dengan penandatanganan prasasti pada Selasa (2/6). Kegiatan ini menjadi momentum penguatan komitmen bersama dalam menghadirkan pendidikan bermutu yang tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan nilai-nilai kemanusiaan.
Dalam sambutannya, Mendikdasmen menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH) yang terus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan di Indonesia. Ia menilai komitmen YPPH dalam membangun dan mengembangkan satuan pendidikan merupakan bagian penting dari upaya menyiapkan generasi masa depan yang unggul dan berkarakter.
“Pendidikan adalah tentang investasi manusia. Ini bukan hanya tentang membangun sekolah secara fisik, tetapi yang lebih penting adalah membangun karakter generasi kita dan membangun bangsa yang kuat,” ujar Mu'ti.
Baca Lainnya :
- Mendikdasmen Jadikan Pancasila sebagai Fondasi Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua1
- Penantian Panjang yang Terjawab: Cerita Sekolah – Sekolah di Teluk Bintuni Menyambut Revitalisasi0
- Pancasila bukan sekadar warisan sejarah, melainkan fondasi yang menuntun langkah bangsa menuju masa depan yang adil, makmur, dan berdaulat.0
- Daftar Penerima Penghargaan dan Apresiasi Malam Tasyakuran Hardiknas 20260
- SMK Mendunia, Peluang Karier Kian Terbuka dengan Kelas Kebekerjaan Luar Negeri 3+10
Menurutnya, sekolah harus menjadi institusi yang mempersatukan, bukan memecah belah. Karena itu, Kemendikdasmen berkomitmen mendorong sekolah menjadi meeting point (titik temu) dan melting point (titik lebur) bagi peserta didik dari berbagai latar belakang
“Anak-anak dari berbagai kalangan bertemu di ruang-ruang kelas dan melalui proses interaksi yang berkualitas mereka membangun karakter sekaligus memperkuat identitas keindonesiaannya. Sekolah harus menjadi institusi yang memperkuat keindonesiaan dan memperkuat ikatan kemanusiaan di antara kita,” jelasnya.
Menteri Mu'ti juga menyoroti tantangan pendidikan di era digital yang menuntut keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan penguatan nilai spiritual. Menurutnya, kemajuan teknologi perlu diimbangi dengan pembentukan karakter agar generasi muda tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki ketangguhan moral.
“Ilmu dapat memberikan jawaban-jawaban, tetapi iman memberikan pilihan-pilihan. Teknologi membantu kita memahami banyak hal, tetapi nilai-nilai kehidupan membimbing kita untuk menggunakan pengetahuan itu bagi kemaslahatan sesama dan kemanusiaan,” tuturnya.
Sementara itu, Executive Director YPPH, Stephanie Riady, mengatakan bahwa pembangunan sekolah ini bukan sekadar pembangunan gedung, melainkan pembangunan harapan dan masa depan.
“Hari ini kita mengadakan acara groundbreaking. Namun sesungguhnya yang kita bangun bukanlah sebuah gedung, melainkan sebuah harapan dan masa depan. Kita menyediakan ruang bagi generasi muda untuk belajar, bertumbuh, menemukan panggilan hidupnya, dan kelak memberikan kontribusi kepada bangsa,” ujarnya.
Stephanie menegaskan bahwa karakter manusia tetap menjadi fondasi utama pendidikan di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. “Teknologi dapat membantu menemukan jawaban, tetapi karakter membantu menentukan pilihan yang benar. Pendidikan harus membentuk generasi yang mampu berpikir kritis, memimpin dengan integritas, melayani dengan kasih, dan menggunakan pengetahuan yang dimiliki untuk membawa kebaikan bagi sesama,” katanya.
Melalui pembangunan Sekolah Pelita Harapan ini, diharapkan semakin banyak peserta didik Indonesia yang memperoleh layanan pendidikan berkualitas yang tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga memperkuat karakter, kepemimpinan, dan nilai-nilai kemanusiaan sebagai bekal menghadapi masa depan.*** (Penulis: Destya/Fotografer: Cepi). Sumber berita https://www.kemendikdasmen.go.id/
