- Sekolah Nasional Terintegrasi, Hidupkan Mimpi Anak Anak di Kupang, NTT
- 14 Tahun Dukung Talenta Muda Indonesia, Kemendikdasmen Apresiasi Beasiswa SCG
- Pemerintah Perkuat Kompetensi Guru Vokasi untuk Menjawab Tuntutan Dunia Kerja
- Sebanyak 17 SNT Mulai Beroperasi, Tandai Babak Baru Pemerataan Pendidikan Bermutu
- Tinjauan Langsung BBPMP Sumbar ke Sekolah Terdampak Banjir Bandang di Kota Padang
- Filosofi Memuliakan Murid Kunci Utama dalam Aksi Pembelajaran Mendalam
- Bangun Kepercayaan Publik, Kemendikdasmen Raih Popular Government Institution Award 2026
- Saat Medsos jadi Ruang Belajar, Kemendikdasmen dan Komisi X Dorong Gerakan Humas Muda
- Kemendikdasmen dan Assemblr EDU Luncurkan ImajiNation 2026 untuk Perkuat Pembelajaran Koding dan AI
- Pemerintah Percepat SNT, Mendikdasmen Tinjau Kesiapan Lahan di Jepara
Idulfitri 1447 H: Kemendikdasmen Tekankan Pendidikan sebagai Fondasi Karakter dan Penggerak Sosial
Jakarta, Kemendikdasmen — Suasana salat Idulfitri 1 Syawal 1447 H berlangsung dengan khidmat di Halaman Gedung A Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Sabtu (21/3). Jemaah yang terdiri dari keluarga besar Kemendikdasmen dan masyarakat sekitar hadir mengikuti salat id serta mendengarkan khotbah yang disampaikan oleh M. Shalehuddin Al Ayubi dengan tajuk "Keshalihan Spritual & Sosial sebagai Fondasi Pendidikan Karakter".
Dalam khotbahnya, Ayubi mengajak para jemaah untuk menjadikan Hari Raya Idulfitri bukan sekadar perayaan ritual lisan melalui takbir dan tahmid, namun juga sebagai ekspresi mendalam terhadap penghambaan diri kepada Allah. Kemenangan sejati menurutnya dapat didefinisikan sebagai keberhasilan diri dalam mengendalikan hawa nafsu, meningkatnya kualitas hubungan kepada Allah, serta meningkatnya kualitas hubungan kepada sesama manusia.
"Bulan Ramadan mengajarkan kita untuk membangun fondasi karakter melalui sebuah nilai pendidikan. Lebih dari itu, kita juga terdidik dengan ibadah sosial melalui kewajiban sedekah dan zakat fitrah," ungkap Ayubi.
Baca Lainnya :
- Kemendikdasmen Dorong Percepatan Sertifikasi Pendidik melalui Pendataan Guru di Kabupaten Garut0
- Kemendikdasmen Dukung SKB 7 Menteri tentang Pemanfaatan Teknologi Digital dan AI di Dunia Pendidikan0
- Pesan Mendikdasmen saat Tinjau Gladi TKA di UPTD SMP Negeri 2 Peudada Kabupaten Bireuen Aceh0
- Apresiasi Kemendikdasmen Kadisdik Aceh: Pendidikan Paling Cepat Kemajuannya Pascabencana0
- Panduan Penggunaan Layanan dan Fasilitas Perpustakaan Kemendikdasmen0
Pada kesempatan itu, Ayubi juga turut menjelaskan tiga aktivitas Bulan Ramadan yang memiliki nilai pendidikan sebagai penggerak perubahan karakter umat. Pertama yaitu Mujahadah, sebuah upaya yang memperlihatkan kegigihan umat Islam dalam beribadah puasa di tengah kesibukan bekerja hingga melakukan ibadah Qiyamul Lail di sepertiga malam.
Kedua yaitu Muraqabah, di mana Bulan Ramadan telah mendidik umat Islam untuk melatih sifat jujur karena merasa selalu dalam pengawasan Allah. Nilai ini dijelaskannya juga mampu menciptakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pemimpin yang berintegritas serta jauh dari perilaku korupsi. Terakhir yaitu Muhasabah, sebuah proses renungan yang mengajak umat Islam untuk terus mengevaluasi kekurangan diri sebelum datangnya hari penghisaban.
"Mengutip pemikiran tokoh pendidikan Islam seperti Kiai Haji Ahmad Dahlan dan Kiai Haji Hasyim Asy'ari, bahwa pendidikan pada Bulan Ramadan harus melahirkan Insan Kamil atau manusia yang beradab dan berorientasi pada amal nyata. Pendidikan tidak cukup hanya mentransfer ilmu, namun harus melahirkan manusia yang berpihak kepada lingkungan sosialnya," tutup Ayubi. (Penulis: Destian/ Editor: Denty). Sumber berita https://www.kemendikdasmen.go.id/
