- Dari SNT hingga Pendidikan Fleksibel, Kemendikdasmen Perluas Akses Pendidikan Bermutu
- SE Mendikdasmen tentang Penyelenggaraan Layanan Pendidikan di Daerah Terdampak Asap Karhutla
- Kolaborasi Kemendikdasmen dan ANRI dalam Pemanfaatan Arsip sebagai Sumber Pembelajaran
- Siswa Tokyo Belajar dari Dunia Nyata, Kemendikdasmen Kenalkan STEM sebagai Pendekatan Pembelajaran
- Presiden Prabowo Dorong Lompatan Besar Pendidikan Indonesia
- Juara Matematika dan Pemain Sepak Bola Nasional, Bibit Talenta di SNT Bolaang Mongondow
- Sekolah Nasional Terintegrasi, Hidupkan Mimpi Anak Anak di Kupang, NTT
- 14 Tahun Dukung Talenta Muda Indonesia, Kemendikdasmen Apresiasi Beasiswa SCG
- Pemerintah Perkuat Kompetensi Guru Vokasi untuk Menjawab Tuntutan Dunia Kerja
- Sebanyak 17 SNT Mulai Beroperasi, Tandai Babak Baru Pemerataan Pendidikan Bermutu
Kemendikdasmen Dorong Kolaborasi di Asia Tenggara untuk Perkuat Kebijakan Pendidikan Berbasis Riset
Jakarta, 10 Juni 2026 - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama SEAMEO CECCEP dan SEAMEO Secretariat menyelenggarakan SEAMEO Centre Policy Research Network (CPRN) Summit 2026 yang mempertemukan sekitar 200 peserta yang terdiri dari peneliti, akademisi, pembuat kebijakan, praktisi pendidikan, organisasi masyarakat sipil, dan mitra. Selama tiga hari, forum ini menjadi ruang kolaborasi untuk membahas berbagai tantangan yang akan menentukan masa depan pendidikan kawasan mulai dari ketimpangan akses pendidikan, transformasi digital dan kecerdasan buatan (AI), pengembangan guru, hingga penguatan pendidikan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Mengusung tema “Bridging Research, Policy, and Practice: Pathways toward an Inclusive, Equitable and Sustainable Futures”, forum ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara hasil penelitian, proses perumusan kebijakan, dan praktik pendidikan di lapangan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, membuka acara dengan penegasan bahwa tantangan pendidikan semakin kompleks sehingga penyelesaiannya tidak bisa dengan pendekatan yang terpisah.
“Jembatan antara riset dan kebijakan sering kali terputus. Peneliti menerbitkan hasil penelitian yang tidak dibaca pembuat kebijakan, sementara pembuat kebijakan mengambil keputusan tanpa memanfaatkan hasil riset. Kita harus mengubah keadaan ini. Peneliti dan pembuat kebijakan harus duduk bersama sejak awal untuk merancang solusi bagi pendidikan,” ujar Menteri Mu’ti saat membuka kegiatan di Jakarta, Selasa (9/6).
Senada dengan Mendikdasmen, Presiden Dewan SEAMEO, H.E. Datin Seri Setia Dr. Hajah Romaizah binti Haji Mohd Salleh, menyampaikan bahwa CPRN telah berkembang menjadi platform strategis yang mempertemukan riset, kebijakan, dan praktik pendidikan di Asia Tenggara.
“Pengetahuan yang dihasilkan para peneliti tidak boleh berhenti di ruang akademik. Pengetahuan harus diterjemahkan menjadi kebijakan dan tindakan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Baca Lainnya :
- Revitalisasi Satuan Pendidikan di Tabanan Akhiri Kelas Bergilir dan Tingkatkan Kenyamanan Belajar0
- Lantik PNS dan Pejabat Fungsional, Mendikdasmen Ajak Pegawai Bangun Budaya RAMAH dan SANTUN0
- Kick Off BTI 2026, Siapkan Generasi Unggul STEM, Koding, dan Kecerdasan Artifisial0
- Partisipasi Semesta Hadirkan Konten Digital Pendidikan Kesetaraan yang Relevan dan Bermakna0
- Bangun Sekolah, Bangun Masa Depan: Mendikdasmen Tekankan Pendidikan Bermutu dan Pembentukan Karakter0
Sementara itu, Direktur SEAMEO CECCEP, Vina Adriany, menjelaskan bahwa CPRN 2026 dirancang untuk memperkuat kolaborasi antarpeneliti, pembuat kebijakan, dan praktisi pendidikan di kawasan Asia Tenggara.
“Konferensi ini tidak hanya menjadi ruang bertukar gagasan, tetapi juga membangun jejaring profesional, kemitraan baru, dan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang dapat mendorong perubahan nyata di kawasan,” ujar Vina.
Mempersiapkan Generasi Masa Depan melalui Kebijakan Berbasis Bukti
Dalam forum tersebut dipaparkan bahwa adopsi AI dan robot di lima negara Asia Tenggara pada periode 2018–2022 menciptakan sekitar 2 juta lapangan kerja terampil, namun juga menggeser sekitar 1,4 juta pekerja dengan keterampilan rendah. Temuan ini menunjukkan pentingnya peran pendidikan dalam menyiapkan generasi muda menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin dinamis.
Karena itu, Indonesia mengajak negara-negara Asia Tenggara membangun budaya pengambilan kebijakan yang berbasis bukti (evidence-based policy), di mana penelitian, pengalaman lapangan, dan aspirasi masyarakat menjadi landasan dalam merumuskan solusi pendidikan. Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat Partisipasi Semesta yang dikembangkan Kemendikdasmen.
Pada kesempatan tersebut, Menteri Abdul Mu’ti juga menegaskan Indonesia sendiri terus memperkuat transformasi pendidikan melalui pendekatan Deep Learning yang mendorong proses belajar menjadi lebih sadar (mindful), bermakna (meaningful), dan menyenangkan (joyful). Pendekatan ini didukung dengan penguatan kompetensi guru di bidang AI, coding, STEM, dan pendidikan karakter, pengembangan tata kelola data pendidikan, revitalisasi satuan pendidikan, serta pemanfaatan teknologi pembelajaran yang lebih interaktif.
Kemendikdasmen memandang bahwa hasil penelitian tidak boleh berhenti sebagai publikasi akademik tetapi diwujudkan melalui berbagai output CPRN 2026, yang meliputi sintesis rekomendasi kebijakan bagi negara-negara anggota SEAMEO, publikasi prosiding terindeks Scopus, penerbitan artikel pada jurnal akademik, serta buku yang dapat dimanfaatkan oleh pembuat kebijakan, peneliti, dan praktisi pendidikan.
CPRN Summit 2026 merupakan hasil kolaborasi Kemendikdasmen, SEAMEO Secretariat, dan SEAMEO CECCEP dengan dukungan berbagai mitra yang mencakup GPE KIX EMAP Hub, INOVASI, Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia, The Conversation Indonesia, serta seluruh SEAMEO Centres di kawasan. Partisipasi yang datang dari berbagai latar belakang, mencerminkan komitmen regional terhadap pendekatan lintas sektor dalam mengatasi tantangan pendidikan bersama.*** (Penulis: Uly/Fotografer: Irfan). Sumber berita https://www.kemendikdasmen.go.id/
