- Dari SNT hingga Pendidikan Fleksibel, Kemendikdasmen Perluas Akses Pendidikan Bermutu
- SE Mendikdasmen tentang Penyelenggaraan Layanan Pendidikan di Daerah Terdampak Asap Karhutla
- Kolaborasi Kemendikdasmen dan ANRI dalam Pemanfaatan Arsip sebagai Sumber Pembelajaran
- Siswa Tokyo Belajar dari Dunia Nyata, Kemendikdasmen Kenalkan STEM sebagai Pendekatan Pembelajaran
- Presiden Prabowo Dorong Lompatan Besar Pendidikan Indonesia
- Juara Matematika dan Pemain Sepak Bola Nasional, Bibit Talenta di SNT Bolaang Mongondow
- Sekolah Nasional Terintegrasi, Hidupkan Mimpi Anak Anak di Kupang, NTT
- 14 Tahun Dukung Talenta Muda Indonesia, Kemendikdasmen Apresiasi Beasiswa SCG
- Pemerintah Perkuat Kompetensi Guru Vokasi untuk Menjawab Tuntutan Dunia Kerja
- Sebanyak 17 SNT Mulai Beroperasi, Tandai Babak Baru Pemerataan Pendidikan Bermutu
Pemerintah Percepat SNT, Mendikdasmen Tinjau Kesiapan Lahan di Jepara
Jepara, Jawa Tengah, 2 Agustus 2026 – Hamparan lahan seluas lebih dari 12 hektare di kawasan Pakis Aji, Jepara, menjadi salah satu titik penting dalam upaya pemerintah menghadirkan layanan pendidikan yang lebih terpadu. Sebagai bentuk respons terhadap percepatan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT), Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meninjau langsung lokasi yang diproyeksikan menjadi kawasan SNT di Kabupaten Jepara.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan setiap tahapan pembangunan dilakukan berdasarkan data lapangan yang akurat. Sebelum pembangunan dimulai, pemerintah melakukan verifikasi dan validasi menyeluruh terhadap usulan lokasi agar memenuhi aspek legalitas lahan, tata ruang, kondisi fisik, aksesibilitas, infrastruktur dasar, hingga kesiapan pengembangannya.
Mendikdasmen menegaskan bahwa pembangunan SNT tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memastikan sekolah yang dibangun benar-benar mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas bagi masyarakat.
Baca Lainnya :
- Torehkan Prestasi, Kemendikdasmen Borong Empat Penghargaan pada Media Relations Awards SPS 20260
- Wamendikdasmen Atip Dorong Penguatan Pendidikan Berbasis Spiritualitas dan Kepedulian Lingkungan0
- Hadapi Perundungan Siber, Kemendikdasmen Perkuat Empat Pilar Perlindungan Anak0
- Indonesia Berburu Talenta Terbaik dari Sekolah, LKS Dikmen 2026 Resmi Dimulai0
- Melalui SE Pembatasan Gawai, Kemendikdasmen Hidupkan Kembali Ruang Interaksi di Sekolah0
"Kami ingin memastikan setiap lokasi yang dipilih benar-benar siap untuk dikembangkan. SNT harus dibangun di atas perencanaan yang matang, memiliki kepastian hukum, didukung infrastruktur yang memadai, dan mampu menjadi pusat layanan pendidikan yang berkualitas. Karena itu, kami meninjau langsung lokasi ini sebagai bagian dari percepatan pembangunan sekaligus memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan," jelasnya di Jepara, Jawa Tengah, Jumat (31/7).
Hasil verifikasi lapangan yang sebelumnya juga sudah dilaksanakan pada 26–28 Juli 2026 oleh Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, menunjukkan bahwa lokasi yang diusulkan pada prinsipnya layak untuk dikembangkan menjadi Sekolah Nasional Terintegrasi. Lahan yang tersedia memiliki luas 12,30 hektare dengan luas efektif pembangunan mencapai 9,95 hektare. Kondisi topografi yang relatif landai dinilai mendukung proses pembangunan dengan kebutuhan pekerjaan pematangan lahan yang terbatas.
Dari sisi tata ruang, lokasi telah mengantongi Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) dari Pemerintah Kabupaten Jepara. Akses menuju lokasi juga dinilai memadai untuk mendukung mobilisasi pembangunan maupun operasional sekolah di masa mendatang. Infrastruktur dasar seperti jaringan listrik tersedia di sekitar kawasan, sementara penyediaan air bersih dan penyelesaian dokumen lingkungan akan menjadi bagian dari tahap perencanaan berikutnya.
Melalui proses verifikasi yang cermat dan objektif, pemerintah ingin memastikan pembangunan SNT berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan. Kehadiran SNT diharapkan menjadi bagian dari penguatan ekosistem pendidikan nasional sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan pendidikan yang berkualitas, terpadu, dan relevan dengan kebutuhan masa depan.*** (Penulis: Denty/Editor: Ririn/Fotografer: Nurlaili). Sumber berita https://www.kemendikdasmen.go.id/
