- Dari SNT hingga Pendidikan Fleksibel, Kemendikdasmen Perluas Akses Pendidikan Bermutu
- SE Mendikdasmen tentang Penyelenggaraan Layanan Pendidikan di Daerah Terdampak Asap Karhutla
- Kolaborasi Kemendikdasmen dan ANRI dalam Pemanfaatan Arsip sebagai Sumber Pembelajaran
- Siswa Tokyo Belajar dari Dunia Nyata, Kemendikdasmen Kenalkan STEM sebagai Pendekatan Pembelajaran
- Presiden Prabowo Dorong Lompatan Besar Pendidikan Indonesia
- Juara Matematika dan Pemain Sepak Bola Nasional, Bibit Talenta di SNT Bolaang Mongondow
- Sekolah Nasional Terintegrasi, Hidupkan Mimpi Anak Anak di Kupang, NTT
- 14 Tahun Dukung Talenta Muda Indonesia, Kemendikdasmen Apresiasi Beasiswa SCG
- Pemerintah Perkuat Kompetensi Guru Vokasi untuk Menjawab Tuntutan Dunia Kerja
- Sebanyak 17 SNT Mulai Beroperasi, Tandai Babak Baru Pemerataan Pendidikan Bermutu
Pemerintah Perkuat Kompetensi Guru Vokasi untuk Menjawab Tuntutan Dunia Kerja
Tasikmalaya, Jawa Barat, 11 Agustus 2026 – Program Peningkatan Kompetensi bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Vokasi Tahun 2026 Angkatan 4 resmi dibuka. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas SDM pendidikan vokasi agar selaras dengan kebutuhan industri. Kegiatan diselenggarakan oleh Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi-Bidang Mesin dan Teknik Industri (BBPPMPV-BMTI) dan dipusatkan di SMK Negeri 1 Tasikmalaya.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat, dalam sambutannya menekankan bahwa peningkatan keahlian atau upskilling bagi para guru vokasi bukan lagi pilihan, melainkan sebuah kewajiban di tengah pesatnya perkembangan teknologi saat ini. “Perkembangan teknologi jika tidak disikapi secara cermat oleh kita, khususnya guru-guru di SMK, maka nanti lulusan kita tidak siap untuk bekerja, karena teknologinya sudah melampaui, ini tantangannya,” tegasnya, Senin (10/8).
Peningkatan kompetensi ini tidak lepas dari fenomena inovasi teknologi yang dapat menggantikan teknologi sebelumnya dalam waktu singkat. Teknologi seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) luar biasa cepat, sehingga guru dituntut untuk cermat merespons perubahan tersebut agar lulusan SMK siap bekerja sesuai kebutuhan industri yang melampaui teknologi konvensional. "Para guru harus terus di-upskilling karena kita menyadari bahwa kecepatan teknologi sekarang tidak lagi dalam hitungan tahun. Mungkin ke depan dalam hitungan satu bulan sudah muncul teknologi baru, ini tantangan yang luar biasa,” jelas Wamen Atip.
Baca Lainnya :
- Sebanyak 17 SNT Mulai Beroperasi, Tandai Babak Baru Pemerataan Pendidikan Bermutu0
- Tinjauan Langsung BBPMP Sumbar ke Sekolah Terdampak Banjir Bandang di Kota Padang 0
- Filosofi Memuliakan Murid Kunci Utama dalam Aksi Pembelajaran Mendalam0
- Bangun Kepercayaan Publik, Kemendikdasmen Raih Popular Government Institution Award 20260
- Saat Medsos jadi Ruang Belajar, Kemendikdasmen dan Komisi X Dorong Gerakan Humas Muda0
Kepala BBPPMPV BMTI, Baharudin, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional terkait teknis kejuruan sesuai dengan bidang masing-masing, penguatan pedagogi, perubahan pola pikir (mindset), serta penguatan aspek kepemimpinan dan kewirausahaan, juga membiaskan guru dengan iklim dan budaya di dunia kerja. “Harapannya, dari kegiatan ini nanti seluruh peserta memahami materi pelatihan, kemudian mengimplementasikan dan mampu mengimbaskan hasilnya kepada guru-guru dan murid,” jelas Baharudin.
Baharudin menambahkan, selain di SMKN 1 Tasikmalaya, kegiatan ini juga diselenggarakan secara serentak di beberapa pusat belajar lain, di antaranya SMK 2 Yogyakarta, SMK 5 Surakarta, SMK 1 Karawang, serta SMK Lelea.
Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah, memberikan apresiasi sekaligus mendorong adanya terobosan teknologi rekayasa di SMK. Seperti mengubah limbah menjadi produk bernilai ekonomi, yaitu pengolahan sampah plastik menjadi bahan baku furnitur sekolah. Inovasi ini diharapkan dapat memperkuat pengakuan publik terhadap keberadaan SMK melalui penerapan konsep 3R (reuse, reduce, recycle).
“Tidak menutup kemungkinan BMTI juga melakukan rekayasa, misalnya pembuatan pelelehan terhadap sampah plastik untuk dijadikan balok-balok yang menjadi bahan baku untuk bangku sekolah, bangku kafe, ataupun bangku kepala sekolah seluruh Indonesia. Itu menjadi ide yang bagus,” jelas Ferdiansyah.
Dukungan terhadap program peningkatan kompetensi ini juga diperkuat dengan komitmen DPR RI dalam hal penganggaran. Sebagai mitra Kemendikdasmen, Komisi X siap mendukung inisiatif pendidikan vokasi yang mampu menjawab permasalahan bangsa saat ini. “Kita minta dari balai supaya ada terobosan-terobosan dan dampaknya. Sehingga nanti saat pembahasan anggaran tentu kami sebagai Komisi X yang punya hak budget, akan mendukung dalam rangka untuk menjawab masalah nasional di antaranya adalah darurat sampah,” tutup Ferdiansyah.*** (Penulis & Fotografer: Morecka/Editor: Stephanie). Sumber berita https://www.kemendikdasmen.go.id/
