Breaking News
- Suara Anak-Anak di FTBI 2026: Misteri Uang sampai Isu Perundungan
- STEM/STEAM di SNT 14 Jepara Integrasikan Sains, Teknologi, Enjinering dan Matematika
- Bukan TV Biasa, IFP Buat Murid Lebih Antusias Belajar dan Mudah Memahami Materi
- Kolaborasi Kemendikdasmen dan ANRI dalam Pemanfaatan Arsip sebagai Sumber Pembelajaran
- Siswa Tokyo Belajar dari Dunia Nyata, Kemendikdasmen Kenalkan STEM sebagai Pendekatan Pembelajaran
- Presiden Prabowo Dorong Lompatan Besar Pendidikan Indonesia
- Juara Matematika dan Pemain Sepak Bola Nasional, Bibit Talenta di SNT Bolaang Mongondow
- Sekolah Nasional Terintegrasi, Hidupkan Mimpi Anak Anak di Kupang, NTT
- 14 Tahun Dukung Talenta Muda Indonesia, Kemendikdasmen Apresiasi Beasiswa SCG
- Pemerintah Perkuat Kompetensi Guru Vokasi untuk Menjawab Tuntutan Dunia Kerja
Presiden Prabowo Dorong Lompatan Besar Pendidikan Indonesia
Jakarta, 14 Agustus 2026 — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan sejumlah langkah pemerintah di bidang pendidikan dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026 di Jakarta, Jumat (14/8). Langkah tersebut mencakup percepatan renovasi sekolah, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, serta perluasan akses pendidikan bagi anak-anak Indonesia.
Presiden menegaskan bahwa seluruh anak Indonesia harus memperoleh pendidikan yang baik. Oleh karena itu, pemerintah saat ini menjalankan program perbaikan sekolah terbesar dalam sejarah melalui Revitalisasi Satuan Pendidikan.
“Tahun lalu 17 ribu, tahun ini 71 ribu lebih. Tahun depan target kita 100 ribu, tahun 2028 100 ribu. Tahun 2029 semua sekolah di Indonesia, SD, SMP, SMA, SMK, termasuk di pesantren-pesantren harus selesai kita renovasi. Bahkan di pulau yang paling terluar, yang paling terpencil, Pulau Miangas, kita sudah perbaiki sekolah di Miangas,” ucap Presiden.
Dalam bidang digitalisasi pembelajaran, Presiden menyampaikan bahwa pemerintah telah membagikan Interactive Flat Panel (IFP)atau Papan Interaktif Digital (PID) kepada sekolah di seluruh Indonesia. “Tahun lalu kita berhasil membagikan satu layar setiap sekolah. Desember 31, kita akan membagikan tambahan tiga layar setiap sekolah. Artinya, setiap sekolah di Indonesia akan memiliki empat ruang kelas yang dilengkapi dengan layar pintar interaktif,” tambah Presiden.
Menurut Presiden Prabowo, pemanfaatan teknologi tersebut akan memberikan akses yang lebih luas kepada guru dan murid terhadap kurikulum serta konten pembelajaran. Materi pembelajaran juga dapat diakses kembali apabila diperlukan, termasuk dari rumah.
Presiden juga menekankan pentingnya penguasaan bahasa asing sebagai bagian dari peningkatan kualitas pendidikan. Pembelajaran bahasa asing akan mulai diberikan sejak jenjang sekolah dasar, termasuk bagi murid kelas 1 SD.
“Anak-anak kita harus punya akses kepada pendidikan terbaik agar mereka nanti kalau masuk ke, kalau sudah mencari lapangan kerja, mereka punya kemampuan lebih. Mereka bisa diterima di mana-mana, mereka bisa kerja dengan pihak manapun,” lanjut Presiden.
Selanjutnya, dalam Penyampaian Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 dan Nota Keuangan, Presiden juga menyampaikan bahwa pendidikan menjadi salah satu dari delapan klaster Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN). Delapan klaster tersebut meliputi kedaulatan pangan; kemandirian energi dan air; pendidikan; kesehatan; hilirisasi dan industrialisasi; infrastruktur, perumahan, dan ketahanan bencana; ekonomi kerakyatan dan desa; serta penurunan kemiskinan.
Pada kesempatan tersebut, Presiden memaparkan beberapa langkah besar yang akan menjadi tahap berikutnya dari transformasi Indonesia. Salah satunya adalah terkait renovasi sekolah rusak.
“Kita akan menyelesaikan renovasi seluruh sekolah yang membutuhkan perbaikan paling lambat tahun 2029. Bagi saya, negara wajib memastikan setiap anak sekolah belajar di sekolah yang aman dan bermartabat. Sekolah adalah tempat anak-anak Indonesia membangun masa depan mereka,” tegas Presiden Prabowo.
Presiden menyampaikan bahwa masih terdapat anak-anak yang belajar di ruang kelas dengan kondisi yang tidak layak, seperti atap bocor, dinding retak, toilet rusak, hingga ruang kelas yang tidak aman. Kondisi tersebut, menurut Presiden, tidak boleh terus diwariskan dan harus segera diselesaikan.
“Kita harus berani memasang target yang tinggi. Tidak boleh ada lagi cerita sekolah roboh. Tidak boleh lagi ada ruang kelas rusak yang dibiarkan rusak bertahun-tahun. Semua sekolah harus berada dalam kondisi baik aman bersih layak untuk belajar,” ucapnya.
Selain renovasi sekolah, pemerintah juga akan melengkapi seluruh ruang kelas dengan layar pintar interaktif atau IFP untuk mendukung proses pembelajaran. Pembelajaran jarak jauh melalui siaran juga akan dikembangkan sehingga guru-guru terbaik dapat mengajar dari studio guru di Jakarta maupun ibu kota provinsi dan diakses oleh sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.
“Kita harus melakukan lompatan di bidang pendidikan. Pemerintah juga akan memperjuangkan seluruh sekolah negeri tidak dipungut bayaran. Ini adalah cita-cita pendiri-pendiri bangsa kita. Pendidikan adalah hak semua anak Indonesia,” pungkas Presiden.*** (Penulis: Stephanie/Dokumentasi: Tim Kemendikdasmen). Sumber berita https://kemendikdasmen.go.id
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments
